Imperfect Timing March 3, 2008
Posted by Dotty Nugroho in Culture, Workdays.trackback
Musik “Perfect Timing” tidak lagi melekat dengan iPhone.
iPhone sudah terbang jauh membangun identitas dan popularitasnya sendiri, jauh meninggalkan musik pengantarnya.
Hah? “sudah tidak lagi melekat pada brand”?
Konsistensi penggunakan musik itu untuk seluruh iklan iPhone, menandakan adanya niat untuk menciptakan music identity. Bukan sekedar ilustratif seperti “Get a Mac” ads.
Selama ini dipercayai bahwa musik bisa bikin doktrin dan memiliki relasi kuat dengan brand per se. Banyak musik diharapkan bisa membangun brand image. Ternyata belum tentu bekerja efektif. Contohnya “Saturday Night Fever” atau “I’m Loving It”.
Iya inget, tapi gak konek langsung sama brand2nya. Bukan relasi semantik. Lagu-lagunya bisa diingat karena keterlibatan sentimental, casually, bukan konek kepada brand directly.
Musik selain fungsi ilustratif memang punya kekuatan untuk jadi reminder, recall pada satu moment, dan itu memang terbukti.
Premis ini perlu diuji –bukan bidangku dan diluar jangkauan– dan sejauh ini belum ada buku yang membahas komunikasi musik.
Fun dari internet World Music Mixer
Comments»
No comments yet — be the first.